PANGKALPINANG | TuahNews.com – BADAN Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat tingkat inflasi tahunan Kota Pangkalpinang pada Agustus 2026 mencapai 4,11 persen. Angka tersebut disampaikan dalam Rilis dan Press Conference Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Agustus 2026, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BPS Kota Pangkalpinang itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, serta Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri.
Dalam rilis tersebut, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Pangkalpinang pada Agustus 2026 berada di angka 110,23. Sementara itu, inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,91 persen.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang Dewi Savitri menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama pergerakan inflasi di daerah tersebut.
- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
- Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
- Pangkalpinang Punya Destinasi Hiburan Baru! Tetris 88 Tawarkan Live Music, Harga Bersahabat dan Suasana Nyaman
Pada periode bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,95 persen. Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, sepeda motor, dan telepon seluler.
Sementara jika dilihat secara tahunan atau year on year (y-on-y), kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil sebesar 2,06 persen.
Adapun komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan di antaranya daging ayam ras, angkutan udara, dan bensin.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang Juhaini mengatakan, statistik memiliki peranan penting dalam mendukung proses pembangunan daerah. Menurutnya, data yang akurat dan objektif menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan serta mengevaluasi berbagai program pembangunan.
“Melalui rilis berita resmi statistik hari ini, kita tidak hanya menerima sejumlah angka, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kondisi sosial dan ekonomi Kota Pangkalpinang,” ujar Juhaini.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong perangkat daerah agar menjadikan data sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Karena itu, sinergi antara Pemkot Pangkalpinang dan BPS dinilai perlu terus diperkuat, terutama dalam memastikan ketersediaan data yang berkualitas serta pemanfaatannya sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Dewi berharap hasil rilis BRS tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya untuk melihat kondisi perekonomian daerah secara lebih objektif.
Menurutnya, data statistik yang akurat dapat membantu berbagai pihak dalam menyusun kebijakan dan mengambil keputusan strategis sesuai dengan perkembangan ekonomi yang terjadi di Kota Pangkalpinang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Dukungan dan kerja sama yang baik sangat berarti dalam penyebarluasan data statistik yang akurat dan terpercaya,” kata Dewi.
@Zen Adebi.













