Pulihkan Ekosistem Laut, PT TIMAH Tebar Ribuan Terumbu Buatan hingga Kembangkan Habitat Cumi

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | TuahNews.com – UPAYA menjaga kelestarian laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program rehabilitasi ekosistem pesisir. Langkah ini tidak hanya bertujuan memulihkan habitat biota laut, tetapi juga mendukung keberlangsungan mata pencaharian nelayan di wilayah operasional perusahaan.

Melalui program reklamasi laut dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH menjalankan sejumlah inisiatif, mulai dari penenggelaman terumbu buatan (artificial reef), pembangunan fish shelter, transplantasi karang, pemasangan atraktor cumi-cumi, hingga program restocking untuk mendukung keberlanjutan populasi biota laut.

Dalam periode 2016–2024, PT TIMAH telah menenggelamkan sebanyak 7.680 unit artificial reef. Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan penambahan 1.920 unit terumbu buatan di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada periode yang sama, perusahaan juga telah menenggelamkan 3.105 unit fish shelter dan melaksanakan 1.475 unit transplantasi karang. Berbagai upaya ini diarahkan untuk menyediakan habitat bagi organisme laut, mendukung keanekaragaman hayati, serta membantu pemulihan ekosistem bawah laut.

Terumbu buatan dirancang menyerupai struktur karang alami yang dapat menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai biota laut. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta kalangan akademisi.

Kembangkan Habitat Cumi untuk Dukung Nelayan

Selain rehabilitasi terumbu karang, PT TIMAH turut memberikan perhatian pada pengembangan habitat cumi-cumi yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pesisir.

Bersama Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka, perusahaan menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, pada 6 Oktober 2026.

Baca Juga :  PT TIMAH Salurkan 210 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Korban Kebakaran Dusun Serdang

Pemasangan atraktor tersebut diharapkan menjadi tempat berlindung dan pemijahan cumi-cumi sehingga dapat membantu menjaga keberlanjutan populasinya. Jika habitat berkembang dengan baik, upaya ini juga berpotensi mendukung hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi PT TIMAH dan HNSI dalam mendukung pemulihan habitat cumi-cumi di wilayah pesisir.

Menurutnya, pemasangan atraktor di Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT TIMAH, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan Atraktor cumi ya,” ujar Boy Yandra.

Dukungan serupa juga dilakukan di Kabupaten Belitung. PT TIMAH telah menenggelamkan 30 unit atraktor cumi di perairan Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, melalui program TJSL bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bekayo, Desa Sungai Padang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan. Ia menjelaskan bahwa atraktor dapat menjadi media bagi cumi-cumi untuk menempelkan telur dan melakukan pemijahan.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kepedulian PT TIMAH dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dengan menenggelamkan atraktor cumi di perairan Sungai Padang,” kata Ade Winarko, dikutip dari Antara.

Baca Juga :  Dukung Talenta Muda Daerah, PT TIMAH Bantu Perjuangan Bhita di D’Academy 8

Pentingnya menjaga habitat cumi-cumi juga terlihat dari nilai ekonominya bagi masyarakat setempat. Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, produksi tangkapan cumi-cumi pada 2025 mencapai 3.314 ton.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi komoditas perikanan ini sehingga pengelolaan habitat dan keberlanjutan populasinya perlu terus diperhatikan.

Restocking Cumi Perkuat Rehabilitasi Biota Laut

Upaya menjaga populasi cumi-cumi tidak hanya dilakukan melalui penyediaan habitat, tetapi juga lewat program restocking atau pelepasan kembali biota ke lingkungan alaminya.

Pada 15 Juni 2026, PT TIMAH melalui Division Area Bangka Utara berkolaborasi dengan Yayasan Sayang Babel Kite dan nelayan melaksanakan restocking cumi-cumi di perairan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menenggelamkan 10 unit atraktor cumi.

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa proses restocking dilakukan dengan meningkatkan peluang hidup cumi-cumi sejak fase awal kehidupannya sebelum dilepaskan ke laut.

Menurutnya, telur dan anakan cumi-cumi di alam menghadapi risiko dimangsa predator. Karena itu, proses penetasan dalam wadah terkontrol diharapkan dapat meningkatkan peluang hidup sebelum cumi-cumi kembali ke habitat alaminya.

“Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol, peluang hidupnya menjadi lebih besar sebelum dilepas kembali ke laut,” kata Indra.

Ia menambahkan, cumi-cumi merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi sekaligus hasil tangkapan penting bagi nelayan di Pulau Bangka. Oleh sebab itu, upaya menjaga keberlanjutan populasinya perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH terus mendorong pemulihan ekosistem laut yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi perusahaan, pemerintah, akademisi, organisasi nelayan, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kelestarian sumber daya kelautan sekaligus mempertahankan potensi ekonomi pesisir bagi generasi mendatang.

@Zen Adebi.

Follow WhatsApp Channel tuahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT TIMAH Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Pusat Rehabilitasi Satwa Liar, 6.751 Ekor Berhasil Dilepasliarkan
Dukung Talenta Muda Daerah, PT TIMAH Bantu Perjuangan Bhita di D’Academy 8
PT TIMAH Dukung GEMPITA MAS, Dorong Warga Bangka Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
PT TIMAH Gandeng BKKBN Kepri, Delapan Anak di Karimun Dapat Pendampingan Tumbuh Kembang
Dari Kapal Isap hingga Konservasi Laut, Finalis MediaMIND Pelajari Langsung Aktivitas PT TIMAH di Kundur
PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
Dukung Aksi Kemanusiaan, PT TIMAH Kembali Terima Penghargaan PMI

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:26 WIB

PT TIMAH Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Pusat Rehabilitasi Satwa Liar, 6.751 Ekor Berhasil Dilepasliarkan

Kamis, 5 November 2026 - 07:52 WIB

Dukung Talenta Muda Daerah, PT TIMAH Bantu Perjuangan Bhita di D’Academy 8

Rabu, 4 November 2026 - 10:21 WIB

PT TIMAH Gandeng BKKBN Kepri, Delapan Anak di Karimun Dapat Pendampingan Tumbuh Kembang

Selasa, 3 November 2026 - 14:07 WIB

Dari Kapal Isap hingga Konservasi Laut, Finalis MediaMIND Pelajari Langsung Aktivitas PT TIMAH di Kundur

Selasa, 3 November 2026 - 13:53 WIB

PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita

Berita Terbaru