BANGKA | TuahNews.com – LAHAN bekas tambang tidak selamanya identik dengan kerusakan lingkungan. Melalui kolaborasi bersama ALOBI Foundation, PT TIMAH (Persero) Tbk memanfaatkan kawasan bekas tambang di Air Jangkang, Kabupaten Bangka, sebagai pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi keberlangsungan satwa liar, khususnya di wilayah Bangka Belitung.
Bersama Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Air Jangkang, PT TIMAH mendukung berbagai tahapan perlindungan satwa, mulai dari penyelamatan, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi hingga pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.
Hasil kolaborasi yang telah berjalan sejak 2018 itu menunjukkan capaian signifikan. Hingga Oktober 2026, sebanyak 6.751 satwa berhasil menjalani rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alam.
Manager PPS Alobi Air Jangkang, Andre Septian, mengungkapkan bahwa keberadaan pusat rehabilitasi tersebut menjadi salah satu fasilitas penting dalam menangani satwa liar yang membutuhkan pertolongan.
Menurutnya, penyelamatan satwa umumnya dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, hasil penyitaan maupun kegiatan translokasi. Satwa yang berhasil dievakuasi selanjutnya dibawa ke PPS Alobi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.
“PPS Alobi Air Jangkang melakukan penyelamatan satwa-satwa liar berdasarkan laporan masyarakat. Biasanya satwa yang dilaporkan seperti kukang dan tarsius. Satwa tersebut kemudian kami bawa ke PPS Alobi Air Jangkang untuk diperiksa dan menjalani rehabilitasi,” jelas Andre.
Ia menambahkan, setiap satwa memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan pemantauan kesehatan secara berkala hingga satwa dinilai cukup sehat dan layak untuk kembali ke habitatnya.
Keberlangsungan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan PT TIMAH. Perusahaan turut membantu penyediaan fasilitas dan sarana prasarana, kebutuhan pakan satwa, serta biaya operasional yang menunjang aktivitas penyelamatan dan rehabilitasi.
Saat ini, PPS Alobi Air Jangkang tengah merawat 71 satwa liar dari berbagai jenis. Di antaranya burung kakatua, merak hijau, beruang, binturong, burung nuri, elang, buaya, kukang hingga tarsius.
- PT TIMAH Gandeng BKKBN Kepri, Delapan Anak di Karimun Dapat Pendampingan Tumbuh Kembang
- Dari Kapal Isap hingga Konservasi Laut, Finalis MediaMIND Pelajari Langsung Aktivitas PT TIMAH di Kundur
- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
Andre berharap dukungan dan kerja sama dengan PT TIMAH dapat terus berlanjut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan agar upaya penyelamatan dan pelestarian satwa liar dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi dengan PT TIMAH dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung fasilitas dan operasional penyelamatan satwa. Dengan dukungan bersama, kami berharap upaya menjaga dan melestarikan satwa liar di Bangka dapat terus dilakukan secara optimal,” tutupnya.
Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai pusat rehabilitasi satwa ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kawasan pascatambang juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan keberlangsungan keanekaragaman hayati.
@Zen Adebi.













