PANGKALPINANG | TuahNews.com – PRODUK olahan unggulan berupa dodol nanas dari Kelurahan Tuatunu Indah terus menunjukkan perkembangan positif. Produk khas tersebut resmi dikirim untuk pertama kalinya ke Bandung, Jawa Barat, sebagai langkah memperluas pemasaran sekaligus memperkuat hilirisasi hasil pertanian lokal.
Peluncuran dan pengiriman perdana dodol nanas dilakukan dalam rangkaian kegiatan penanaman bersama program ketahanan pangan yang merupakan kolaborasi antara Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, dan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Jumat (26/6/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat Tuatunu dalam mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal hingga mampu menjangkau pasar di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa potensi daerah dapat memiliki daya saing apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
- Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
- Pangkalpinang Punya Destinasi Hiburan Baru! Tetris 88 Tawarkan Live Music, Harga Bersahabat dan Suasana Nyaman
“Semangat masyarakat Tuatunu dalam mengembangkan produk lokal patut diapresiasi. Bahkan berbagai produk pangan dari wilayah ini sudah mulai dipasarkan hingga ke Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pengolahan nanas, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana membangun rumah produksi yang akan menjadi pusat pengolahan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pelaku UMKM.
Saparudin menjelaskan, apabila rumah produksi pertama telah berjalan optimal, pemerintah akan mengembangkan fasilitas serupa di lokasi lain sehingga dapat menjadi sentra industri olahan nanas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng, mengatakan peluncuran dodol nanas juga menjadi hasil nyata dari program pembinaan warga binaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya diarahkan pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan kemampuan berwirausaha agar siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga binaan.
Selain pembinaan usaha, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang juga terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui budidaya berbagai komoditas, seperti sawi, cabai, semangka, dan tanaman pangan lainnya.
Kegiatan ditutup dengan peluncuran resmi dodol nanas Tuatunu, pengiriman perdana ke Bandung, serta penanaman bersama sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, pondok pesantren, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan UMKM, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal@Zen Adebi.













