PANGKALPINANG | TuahNews.com — PEMERINTAH Kota Pangkalpinang terus mendorong pembinaan atlet muda melalui kompetisi olahraga. Salah satunya diwujudkan melalui Turnamen Taekwondo Tingkat Pelajar se-Kota Pangkalpinang yang digelar di GOR Depati Bahrin, Sabtu (3/10/2026).
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, hadir langsung untuk membuka turnamen tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Ketua Taekwondo Indonesia Cabang Kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Prof. Saparudin mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaring bibit atlet potensial sekaligus mengembangkan kemampuan pelajar di cabang olahraga taekwondo.

- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
- Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
- Pangkalpinang Punya Destinasi Hiburan Baru! Tetris 88 Tawarkan Live Music, Harga Bersahabat dan Suasana Nyaman
Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan bagi para atlet muda untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi hasil latihan, dan meningkatkan kualitas diri.
Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi langkah awal dalam melahirkan atlet-atlet taekwondo berbakat yang mampu mengharumkan nama Pangkalpinang pada kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Turnamen ini merupakan bagian dari upaya kita mencari dan membina atlet yang memiliki kemampuan serta bakat di cabang olahraga taekwondo. Mudah-mudahan dari sini lahir atlet-atlet berbakat,” ujarnya.
Prof. Saparudin juga mengingatkan para peserta agar mengikuti pertandingan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, kemampuan teknik harus diimbangi dengan mental bertanding yang kuat serta sikap sportif dalam menghadapi setiap hasil pertandingan.
Ia menegaskan bahwa taekwondo tidak semestinya hanya dijadikan kegiatan pengisi waktu luang. Para pelajar yang menekuni olahraga tersebut perlu memiliki komitmen untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga.
“Belajar taekwondo jangan hanya dipandang sebagai hobi. Harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan dijiwai. Atlet juga harus belajar menjunjung sportivitas, termasuk mampu menerima kekalahan dengan lapang dada,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mendorong para atlet muda agar tidak mudah berpuas diri maupun menyerah ketika menghadapi kekalahan. Pengalaman bertanding, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.
“Jangan berhenti bertanding. Tunjukkan mental kompetitif dan kesiapan untuk menghadapi kompetisi di jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Melalui turnamen ini, diharapkan pembinaan taekwondo di Kota Pangkalpinang semakin berkembang, sekaligus membuka peluang bagi para pelajar untuk menunjukkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga.
@Zen Adebi.













