PANGKALPINANG | TuahNews.com – SEBANYAK 14 calon Komisioner Komisi Informasi Daerah (KID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar Komisi I DPRD Babel, Sabtu (26/9/2026).
Seleksi untuk calon anggota KID Babel periode 2026-2030 tersebut berlangsung secara maraton selama hampir 10 jam. Setiap calon mendapatkan kesempatan sekitar 30 hingga 40 menit untuk menjalani pendalaman dari anggota Komisi I DPRD Babel.
Dalam proses tersebut, para peserta diuji mengenai sejumlah aspek, mulai dari pemahaman regulasi, integritas, wawasan kelembagaan, hingga kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai Komisioner Komisi Informasi.
Ketua Komisi I DPRD Babel, Pahlevi Syahrun, mengatakan seluruh peserta mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama selama proses uji kelayakan dan kepatutan.
- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
- Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
- Pangkalpinang Punya Destinasi Hiburan Baru! Tetris 88 Tawarkan Live Music, Harga Bersahabat dan Suasana Nyaman
Menurutnya, materi maupun pertanyaan yang diberikan kepada seluruh peserta tidak dibedakan, sehingga proses penilaian dapat dilakukan dengan dasar yang sama.
“Kita sudah melaksanakan fit and proper test untuk 14 orang calon komisioner KID Babel periode 2026-2030. Proses pertanyaan tidak ada yang berbeda, semuanya kita perlakukan sama,” kata Pahlevi.
Meski mendapatkan pertanyaan yang sama, Pahlevi menyebut setiap peserta memiliki gaya dan cara berbeda dalam memberikan jawaban. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam proses penilaian.
Ia menjelaskan, jawaban yang memiliki substansi serupa dapat menunjukkan hasil yang berbeda ketika disampaikan dengan struktur, argumentasi, dan pemahaman yang berbeda.
“Ketika jawaban itu diberikan mungkin substansinya sama, tapi ketika dia menjawabnya secara terstruktur, runut, lengkap dengan argumentasinya, itu mungkin membuat daya tarik tim penilai,” jelasnya.
Pahlevi menilai secara umum kualitas 14 calon Komisioner KID Babel relatif berimbang. Para peserta dinilai telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai tugas dan fungsi Komisi Informasi.
“Kalau kami lihat, semua calon 14 orang ini memiliki hampir kapasitas yang sama. Secara kualitas kami akui, pansel itu bekerja dengan baik, karena semuanya memiliki pemahaman yang sama,” ujarnya.
Setelah pelaksanaan fit and proper test selesai, Komisi I DPRD Babel akan melakukan pembahasan dan merumuskan hasil penilaian melalui rapat pleno.
Dari 14 calon tersebut, nantinya akan ditetapkan lima nama dengan hasil penilaian terbaik untuk diteruskan kepada pimpinan DPRD Babel.
Kelima nama tersebut selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku sebelum diajukan kepada Gubernur Babel.
“Pada dasarnya kami melihat 14 orang ini hampir rata-rata kualitasnya. Siapa yang terbaik kemudian sampai lima terbaik itu, untuk kita serahkan kepada pimpinan DPRD,” tutur Pahlevi.
Ia menambahkan, seluruh hasil penilaian terhadap 14 peserta akan tetap dituangkan dalam berita acara sebagai bagian dari dokumentasi proses seleksi.
Namun, dari seluruh hasil tersebut, lima nama dengan penilaian terbaik akan menjadi kandidat yang disampaikan melalui pimpinan DPRD untuk proses selanjutnya.
“Secara hierarkis dari penilaian yang kita berikan, keputusan yang kita tetapkan nanti enam sampai sepuluh akan kita sebutkan dalam berita acara. Tapi tentu yang dilihat oleh pimpinan DPRD untuk dilaporkan kepada gubernur tentunya lima orang,” pungkasnya.
@Zen Adebi.













