PANGKALPINANG | TuahNews.com – PEMERINTAH Kota Pangkalpinang mulai merealisasikan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 11 Pangkalpinang di kawasan eks Terminal Selindung. Pembangunan sekolah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (2/9/2026).
Pembangunan SMPN 11 dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Pangkalpinang.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyebut pembangunan sekolah baru merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan.
“Sudah wajib dibangun karena sesuai dengan pertumbuhan penduduk yang dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun terus bertambah,” ujar Hidayat.
- PT TIMAH Perluas Akses Pendidikan, Ratusan Anak Berprestasi dan Keluarga Sederhana Dapat Kesempatan Meraih Cita-Cita
- Perkuat Sinergi Manajemen dan Karyawan, Riki Febriansyah Kembali Pimpin IKT PT TIMAH Periode 2026–2029
- Pangkalpinang Punya Destinasi Hiburan Baru! Tetris 88 Tawarkan Live Music, Harga Bersahabat dan Suasana Nyaman
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pangkalpinang yang mulai membangun SMPN 11 dan SMPN 12. Menurutnya, penambahan sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pendidikan yang memadai.
Namun, Hidayat mengingatkan agar pembangunan infrastruktur pendidikan berjalan beriringan dengan pemenuhan tenaga pendidik. Jangan sampai pembangunan gedung sekolah telah selesai, tetapi tidak didukung ketersediaan guru.
“Jangan sampai gedung sudah selesai, guru tidak ada. Ini yang sangat berbahaya,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menyiapkan kebutuhan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan pembangunan SMPN 11 merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengantisipasi bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan ruang belajar di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, pembangunan yang dimulai saat ini merupakan tahap awal. Pemerintah Kota Pangkalpinang selanjutnya akan mengusulkan penambahan ruang belajar kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Saparudin menargetkan SMPN 11 sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan menerima peserta didik baru pada tahun depan.
“Yang penting tahun depan sudah bisa belajar dan menerima murid baru. Untuk tahap awal akan ada tiga rombongan belajar dengan daya tampung sekitar 100 siswa,” katanya.
Ia berharap proses pembangunan dapat rampung pada akhir tahun sehingga sekolah tersebut dapat segera difungsikan pada tahun ajaran berikutnya.
Selain sarana dan prasarana, Pemkot Pangkalpinang juga mulai mempersiapkan kebutuhan tenaga pendidik. Koordinasi akan dilakukan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk mencari peluang pemanfaatan tenaga P3K yang memiliki latar belakang pendidikan.
Pemerintah kota juga akan menyiapkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dengan pembangunan SMPN 11, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kapasitas layanan pendidikan dapat terus ditingkatkan sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih memadai bagi masyarakat di tengah pertumbuhan penduduk.













