Kementerian Pertanian Respons Keluhan Petani Sawit Babel, Pengusaha PKS Akan Dipanggil Bahas Harga TBS

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA | TuahNews.com – PERSOALAN anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluhkan petani di Bangka Belitung mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hal tersebut mencuat dalam audiensi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Babel dengan Kementerian Pertanian, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil beserta jajaran. Dalam audiensi itu, DPRD Babel menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani sawit, mulai dari rendahnya harga TBS hingga kendala biaya produksi seperti harga pupuk.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap aspirasi yang disampaikan. Salah satu tindak lanjut yang akan dilakukan yakni pemanggilan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) dari seluruh Indonesia untuk membahas persoalan harga TBS.

“Alhamdulillah, respons dari Kementerian Pertanian sangat cepat. Insya Allah pekan depan Menteri akan mengundang perusahaan pabrik kelapa sawit se-Indonesia. Dalam pertemuan itu juga akan melibatkan aparat penegak hukum untuk membahas kondisi yang terjadi,” ujar Didit.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi bagi petani sawit, khususnya di Bangka Belitung yang saat ini terdampak akibat penurunan harga TBS. DPRD Babel berharap hasil pertemuan antara pemerintah pusat dan pelaku usaha dapat memperbaiki kondisi harga di tingkat petani.

Selain persoalan harga, DPRD Babel juga mendorong agar mekanisme penetapan harga TBS berjalan sesuai aturan yang berlaku. Didit menyebut penentuan harga perlu mengacu pada regulasi Kementerian Pertanian, termasuk memperhatikan perbedaan kategori antara petani mitra dan nonmitra agar tercipta sistem yang lebih adil.

“Kami berharap Dinas Pertanian dan Perkebunan dapat menetapkan harga TBS sesuai regulasi yang ada. Ada klasifikasi harga antara petani mitra dan nonmitra sehingga mekanismenya lebih jelas,” jelasnya.

Baca Juga :  DMI Babel Ajak Masjid se-Bangka Belitung Galang Donasi Korban Kebakaran 245 Rumah di Bangka Selatan

DPRD Babel juga menyoroti permasalahan pupuk yang masih menjadi beban bagi petani karena biaya produksi yang meningkat. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar pendapatan petani tetap terjaga.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD Babel akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan hasil kesepakatan antara pemerintah, perusahaan, dan petani dapat diterapkan di lapangan.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar dan Edi Nasapta, serta anggota DPRD Babel Elvi Diana dan Me Hoa. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pelaku usaha, diharapkan persoalan harga sawit dapat segera menemukan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi petani@Zen Adebi.

Follow WhatsApp Channel tuahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Coopling FH UBB Kaji Aspek Hukum Kemitraan Petani Kelapa Sawit dan Koperasi di Kabupaten Bangka
Tetapkan Propemperda 2027, DPRD Babel Dorong Regulasi Kelautan hingga Ketenagakerjaan
Atasi Antrean BBM, DPRD Babel Bakal Panggil Pertamina dan Pengelola SPBU
MUSONG: Madu Langka Hutan Liar Bangka, Mengangkat Potensi Alam dan Kebanggaan Daerah
Atasi Antrean BBM, DPRD Babel Dorong Perpanjangan Jam Operasional SPBU hingga Pendataan Subpenyalur
Tinjau Pelaksanaan TKA di SMAN 2 Pangkalpinang, Eddy Iskandar Soroti Kesiapan Infrastruktur Digital
DPRD Babel Siap Ubah Zonasi Laut Batuberiga, Edi Nasapta Tegaskan Kawasan Beriga Harus Bebas Tambang
Hari Santri 2026, Kemenag Babel Luncurkan Eco-Teologi Pesantren

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:10 WIB

Tim Coopling FH UBB Kaji Aspek Hukum Kemitraan Petani Kelapa Sawit dan Koperasi di Kabupaten Bangka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Tetapkan Propemperda 2027, DPRD Babel Dorong Regulasi Kelautan hingga Ketenagakerjaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Atasi Antrean BBM, DPRD Babel Bakal Panggil Pertamina dan Pengelola SPBU

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:05 WIB

MUSONG: Madu Langka Hutan Liar Bangka, Mengangkat Potensi Alam dan Kebanggaan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Atasi Antrean BBM, DPRD Babel Dorong Perpanjangan Jam Operasional SPBU hingga Pendataan Subpenyalur

Berita Terbaru