PANGKALPINANG | TuahNews.com — MUSEUM Timah Indonesia di Pangkalpinang menjadi salah satu destinasi edukasi bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung sekaligus memahami perkembangan teknologi pertambangan dari masa ke masa.
Museum yang dikelola PT TIMAH (Persero) Tbk ini memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa. Tak hanya menyajikan berbagai catatan sejarah, museum juga menghadirkan koleksi dan informasi mengenai peralatan pertambangan yang dapat membantu pelajar menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kondisi nyata di lapangan.
Pengalaman tersebut dirasakan Muhammad Ikhsan, siswa jurusan Teknik Alat Berat SMK IT Jamalullail Belinyu, saat pertama kali berkunjung ke Museum Timah Indonesia, Rabu (23/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ikhsan bersama siswa lainnya mendapat pendampingan dari petugas museum. Mereka diajak mengenal sejarah pertambangan timah, tokoh dan pahlawan lokal, serta berbagai peralatan pertambangan yang pernah digunakan hingga teknologi yang berkembang saat ini.
Bagi Ikhsan, koleksi yang paling menarik perhatiannya adalah replika dan informasi mengenai kapal isap. Sebagai pelajar yang mendalami teknik alat berat, keberadaan teknologi kapal isap memberikan gambaran baru mengenai penerapan teknologi dalam aktivitas pertambangan timah.
“Di antara semua koleksi di museum, yang paling membuat saya penasaran adalah kapal isap untuk menambang timah. Luar biasa sekali menurut saya, karena teknologi ini memungkinkan proses penambangan dilakukan dengan mengambil konsentrat timah dari dasar laut,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, kunjungan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai perubahan teknologi pertambangan. Jika pada masa lalu aktivitas pertambangan banyak menggunakan peralatan manual, perkembangan teknologi kini menghadirkan mesin dan peralatan yang semakin modern.
Penjelasan petugas museum mengenai fungsi serta mekanisme berbagai peralatan pertambangan juga dinilai berkaitan erat dengan bidang yang dipelajarinya di sekolah.
Melalui kunjungan itu, Ikhsan dapat melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku pendidikan diterapkan dalam perkembangan industri pertambangan.
“Banyak wawasan baru yang saya dapat, mulai dari sejarah daerah, pertambangan sampai alat-alat yang digunakan. Penjelasan dari petugas juga membuat saya lebih memahami bagaimana teknologi pertambangan berkembang,” katanya.
Ia berharap Museum Timah Indonesia dapat terus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, khususnya pelajar di Bangka Belitung. Menurutnya, mempelajari sejarah akan lebih menarik ketika siswa dapat melihat langsung berbagai koleksi dan peninggalan yang berkaitan dengan perjalanan pertambangan.
“Semoga Museum Timah Indonesia dan PT Timah dapat terus berkembang dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Semoga kita dapat membentuk lagi karakter pertambangan dan industri ini bisa lebih maju ke depannya,” harapnya.
@Zen Adebi.













