Milad ke-242 Pekanbaru, LAMR Tekankan Kemajuan Harus Berpijak pada Budaya Melayu

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PEKANBARU | TuahNews.com – KEMAJUAN yang terus diraih Kota Pekanbaru menjelang usia ke-242 tahun mendapat apresiasi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Namun di balik laju pembangunan yang semakin pesat, LAMR mengingatkan agar modernisasi tidak menggerus identitas budaya Melayu yang selama ini menjadi ruh dan jati diri masyarakat Riau.

Sebagai ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan. Pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Di tengah capaian tersebut, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf, menilai bahwa kemajuan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari tingginya gedung, ramainya investasi, atau berkembangnya teknologi. Menurutnya, kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika pembangunan mampu berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Syabas dan tahniah Milad ke-242 Kota Pekanbaru yang semakin maju, modern dan berdaya saing,” ujar Datuk Seri Marjohan Yusuf di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat Melayu memiliki warisan nilai yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial, mulai dari adat istiadat, bahasa, norma agama hingga tata krama yang menjadi identitas khas daerah. Karena itu, modernisasi tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan akar budaya tersebut.

“Tetaplah melangkah ke depan tanpa menghilangkan budaya Melayu sebagai jati diri. Insyaallah, nilai-nilai Melayu tetap terjaga di Pekanbaru,” katanya.

Menurut Datuk Seri Marjohan, tantangan terbesar kota-kota modern saat ini bukan hanya bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga karakter daerah agar tidak larut dalam arus globalisasi yang semakin kuat. Sebab, kota yang kehilangan identitas budayanya akan kehilangan pembeda sekaligus marwah yang menjadi kebanggaan masyarakatnya.

LAMR menilai pembangunan ideal adalah pembangunan yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi, ekonomi, dan investasi dengan nilai-nilai agama, adat, bahasa serta budaya Melayu. Dengan konsep tersebut, Pekanbaru tidak hanya berkembang menjadi kota metropolitan yang kompetitif, tetapi juga tetap memiliki karakter yang kuat sebagai pusat kebudayaan Melayu di Bumi Lancang Kuning.

Baca Juga :  28 Tahun Bersama, Evan Satriadi dan Susanti Rawat Cinta, Kesetiaan, dan Keharmonisan Keluarga

“Modern berjalan seiring dengan nilai-nilai atau norma agama, adat, bahasa dan budaya. Tetaplah bermarwah serta bermartabat di Bumi Lancang Kuning Riau,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting di momentum Milad ke-242 Kota Pekanbaru. Di tengah percepatan pembangunan dan dinamika global yang terus berubah, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya menjadi kunci agar Pekanbaru tetap tumbuh sebagai kota yang maju, berkarakter, serta berakar kuat pada nilai-nilai Melayu yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau. (*)

Follow WhatsApp Channel tuahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahmud Marhaba dan Wina Jadi Pengantin Melayu di Pulau Mas Kawin
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Tim Coopling FH UBB Kaji Aspek Hukum Kemitraan Petani Kelapa Sawit dan Koperasi di Kabupaten Bangka
Masyarakat Jelitik Apresiasi PPM PT MSP, Bantuan RTLH Hadirkan Harapan Baru bagi Warga
28 Tahun Bersama, Evan Satriadi dan Susanti Rawat Cinta, Kesetiaan, dan Keharmonisan Keluarga
PHRI Pangkalpinang Gelar Sales Mission di Palembang, Bidik Ribuan Wisatawan
Empat Kali Surati Sekwan soal Pemberhentian Firman, Ady Irawan Tuai Sorotan
DLH Kab Bangka Salurkan Bantuan Sarana Air Bersih ke Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:30 WIB

Mahmud Marhaba dan Wina Jadi Pengantin Melayu di Pulau Mas Kawin

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Senin, 2 November 2026 - 19:10 WIB

Tim Coopling FH UBB Kaji Aspek Hukum Kemitraan Petani Kelapa Sawit dan Koperasi di Kabupaten Bangka

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Masyarakat Jelitik Apresiasi PPM PT MSP, Bantuan RTLH Hadirkan Harapan Baru bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WIB

28 Tahun Bersama, Evan Satriadi dan Susanti Rawat Cinta, Kesetiaan, dan Keharmonisan Keluarga

Berita Terbaru

Uncategorized

Mahmud Marhaba dan Wina Jadi Pengantin Melayu di Pulau Mas Kawin

Sabtu, 7 Nov 2026 - 08:30 WIB