Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno: Nuklir Strategis untuk Ketahanan Energi dan Net Zero 2060

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA | TuahNews.com — ENERGI nuklir kembali menjadi topik hangat di kalangan pembuat kebijakan Indonesia. Pemerintah menargetkan PLTN pertama beroperasi pada 2032 di Bangka Belitung, diikuti PLTN kedua di Kalimantan Barat pada 2033, masing-masing dengan kapasitas 250 MW.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir memiliki nilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam Kick-off Forum Nuclear Energy Awareness for Indonesia’s Low-Carbon Future yang digelar oleh PLN bekerja sama dengan Tony Blair Institute for Global Change dan Ecanid, Rabu (11/2).

“Seluruh kebijakan energi nasional harus memastikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya, baik dari sumber dalam negeri maupun impor, sambil tetap berkomitmen pada dekarbonisasi menuju net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” tegas Eddy.

Ia menyoroti paradoks energi Indonesia: kaya sumber daya, namun masih menghadapi tantangan ketergantungan dan kerentanan pasokan. Oleh karena itu, transisi energi harus mempertimbangkan ketersediaan, keterjangkauan, teknologi, keberlanjutan, dan keandalan.

Energi nuklir dipandang sebagai sumber bersih dan andal untuk mencapai ketahanan energi. Namun, Eddy mengingatkan bahwa pembangunan PLTN memerlukan perencanaan matang dan regulasi ketat, termasuk pengelolaan limbah radioaktif, pembiayaan besar, kesiapan teknologi, serta standar keselamatan tinggi.

“Faktor geopolitik juga krusial. Dinamika perdagangan global, termasuk hubungan dengan Amerika Serikat, dapat memengaruhi pilihan teknologi dan mitra pembangunan PLTN. Indonesia harus cermat untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” lanjutnya.

Berbagai negara kini mengadopsi reaktor generasi baru dengan sistem keselamatan pasif dan pendekatan modular, yang memungkinkan produksi komponen standar sebelum dirakit sehingga meningkatkan kualitas dan efisiensi. Di Indonesia, PT Thorcon Power Indonesia diketahui menjadi perusahaan swasta yang mengusulkan reaktor modular berbasis teknologi molten salt reactor (MSR). Reaktor Thorcon diklaim mampu menghasilkan daya 2 x250 MW dan beroperasi pada temperatur tinggi serta tekanan rendah, membuatnya jauh lebih aman dibandingkan PLTN konvensional. Eddy menutup dengan mengingatkan bahwa pertumbuhan kebutuhan listrik nasional melampaui pertumbuhan energi primer.

Baca Juga :  Siapa Calon Kasal Berikutnya? Rekam Jejak Hersan dari Kapal Perang hingga Istana Jadi Sorotan

“Kita harus memulai diskursus dan perencanaan yang baik untuk memahami kebutuhan, kemampuan, dan peluang membangun kapasitas nuklir. Dengan perencanaan matang, regulasi ketat, dan teknologi tepat, ketahanan energi dan iklim Indonesia dapat tercapai sambil menciptakan pertumbuhan energi berkualitas,” ujarnya.

Dengan target awal 500 MWe dan proyeksi 7 GWe pada 2040, energi nuklir kini semakin masuk dalam perencanaan strategis nasional sebagai opsi bersih dan andal untuk masa depan energi Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel tuahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Rakernas III PJS di Batam: Perkuat Integritas dan Kompetensi Wartawan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam
Siapa Calon Kasal Berikutnya? Rekam Jejak Hersan dari Kapal Perang hingga Istana Jadi Sorotan
PT TIMAH Raih Apresiasi Kementerian ESDM atas Respons Kemanusiaan di NTT
Sengketa Pemberitaan Tidak Semestinya Langsung Dibawa ke Ranah Pidana
FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:02 WIB

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Senin, 2 November 2026 - 12:23 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Rakernas III PJS di Batam: Perkuat Integritas dan Kompetensi Wartawan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Diundang Buka Rakernas III PJS di Batam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Siapa Calon Kasal Berikutnya? Rekam Jejak Hersan dari Kapal Perang hingga Istana Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Uncategorized

Mahmud Marhaba dan Wina Jadi Pengantin Melayu di Pulau Mas Kawin

Sabtu, 7 Nov 2026 - 08:30 WIB