PANGKALPINANG | Tuahnews.com —-NETRALITAS pejabat Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali dipertanyakan menjelang Pilkada 2025. Kali ini, pernyataan Ahmad Subekti, Asisten I Setda Kota Pangkalpinang yang memberikan sambutan mewakili Pj Wali Kota dalam sebuah acara keagamaan, memicu kontroversi setelah menyebut nama salah satu bakal calon wali kota secara terang-terangan di hadapan jemaah masjid.
Subekti hadir dalam kegiatan Gerakan Bangun Subuh Warga Pangkalpinang (GERBANG SURGA PGK) yang digelar di Masjid Arraudoh, Grahaloka, pada Minggu pagi (3/8/2025). Acara ini menggabungkan Salat Subuh berjamaah, tausiyah, serta pelantikan pengurus DKM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat eselon II, perwakilan Bagian Kesra, Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta seluruh camat se-Kota Pangkalpinang.

Namun dalam sambutannya yang disampaikan atas nama Pj Wali Kota, Ahmad Subekti justru melontarkan pernyataan yang diduga mengandung unsur kampanye terselubung dengan menyebut nama calon wali kota petahana, Maulan Aklil alias Molen.
“Molen adalah sosok yang harus didukung, karena beliau punya jaringan untuk membangun Kota Pangkalpinang. Kita tidak akan bisa membangun kalau tidak ada uangnya,” ucap Subekti dalam potongan video yang kini tersebar luas di media sosial.
Ia bahkan menambahkan:
“Siapa pun wali kotanya, kalau tidak ada duitnya kita tidak bisa membangun. Tapi kalau Pak Molen, insyaallah beliau punya jaringan di Jakarta.”
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran serius mengenai pelanggaran prinsip netralitas ASN. Terlebih, penyampaian itu dilakukan di dalam rumah ibadah dan dalam kapasitasnya sebagai wakil resmi dari Pj Wali Kota Pangkalpinang, yang seharusnya menjaga jarak dari politik praktis.

Subekti: Saya Keceplosan, Tak Ada Niat Kampanye
Dikonfirmasi pada Minggu siang, Ahmad Subekti menyatakan bahwa pernyataan itu tidak disengaja. Ia mengaku hanya berniat menyapa Molen yang juga hadir sebagai jemaah.
“Sebenarnya saya cuma menyapa Pak Molen karena beliau juga hadir sebagai jemaah. Tapi saya akui keceplosan dan tidak ada niat untuk kampanye. Saya juga merasa tidak tenang sejak video itu viral. Entahlah, Abang juga pusing gara-gara ini. Tolonglah, kalau bisa tulis beritanya jangan terlalu keras,” ujarnya.
Bawaslu: Kami Telusuri, Pj Wali Kota Akan Terbitkan SE Netralitas ASN
Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi awal mengenai kejadian tersebut dan akan segera menindaklanjuti.
“Temuan ini menjadi informasi awal bagi kami untuk ditelusuri. Sore ini kami langsung mengadakan rapat di kantor Bawaslu untuk membahas kejadian tersebut,” ujar Imam.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pj Wali Kota Pangkalpinang yang dikabarkan akan segera mengeluarkan Surat Edaran tentang Netralitas ASN pada Senin (4/8/2025) sebagai bentuk respons terhadap insiden ini.
“Surat Edaran itu akan menjadi penegasan bahwa ASN dilarang terlibat dalam politik praktis, apalagi menggunakan jabatan atau fasilitas negara untuk memberi dukungan kepada peserta pilkada,” tegas Imam.
Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan dalam mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan bebas intervensi dari kekuasaan birokrasi. Jika dibiarkan, ketidaknetralan pejabat pemerintahan hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap proses demokrasi lokal@ red.















Komentar