PANGKALPINANG | TuahNews.com – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan layanan penyeberangan Bangka–Belitung yang sebelumnya beroperasi melalui Pelabuhan Sadai akan dialihkan sementara ke Pelabuhan Pangkal Balam. Langkah ini diambil sebagai solusi agar konektivitas antarpulau tetap terjaga setelah Dermaga Pelabuhan Sadai mengalami kerusakan berat.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan pengalihan rute tersebut ditargetkan sudah dapat direalisasikan pada awal Agustus 2026. Saat ini, pemerintah bersama PT ASDP Indonesia Ferry tengah mematangkan berbagai aspek teknis sebelum layanan kembali beroperasi.
“Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat tetap memiliki akses penyeberangan. Karena itu, pengalihan sementara ke Pelabuhan Pangkal Balam menjadi solusi yang harus segera diwujudkan,” kata Didit usai menerima audiensi perwakilan sopir lintas Bangka–Belitung di Ruang Ketua DPRD Babel, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, penghentian operasional di Pelabuhan Sadai dilakukan demi menjamin keselamatan pengguna jasa, mengingat kondisi dermaga dinilai sudah tidak layak untuk melayani aktivitas kapal.
Didit menjelaskan, PT ASDP Indonesia Ferry masih melakukan koordinasi terkait mekanisme operasional, termasuk penyesuaian tarif dan aspek administrasi agar pelaksanaan pengalihan rute tidak menimbulkan kendala hukum di kemudian hari.
Ia menegaskan, keberadaan jalur penyeberangan Bangka–Belitung memiliki fungsi vital dalam mendukung distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga aktivitas perekonomian di kedua pulau.
“Jangan sampai terhentinya layanan penyeberangan berdampak pada distribusi barang dan kebutuhan masyarakat. Persoalan ini harus segera dituntaskan bersama,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD Babel juga memperoleh informasi bahwa tingkat kerusakan Dermaga Pelabuhan Sadai cukup serius. Estimasi kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi secara menyeluruh diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Babel akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendorong percepatan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sehingga proses perbaikan dermaga dapat segera dilaksanakan.
Sambil menunggu rehabilitasi selesai, operasional penyeberangan melalui Pelabuhan Pangkal Balam diharapkan mampu menjadi solusi sementara guna menjaga kelancaran arus penumpang, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
@Zen Adebi.














