BANGKA BARAT | TuahNews.com — ANGGOTA MPR RI Ustadz H. Zuhri M. Syazali, Lc., MA melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Ibu-Ibu BKMT Bangka Barat di Kecamatan Kelapa pada 14 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta diikuti dengan antusias oleh para peserta.
Dalam sambutannya, Ust. Zuhri menyampaikan bahwa peran perempuan, khususnya ibu-ibu majelis taklim, sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menilai, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam menanamkan karakter, termasuk nilai persatuan dan cinta tanah air.
Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus mulai diajarkan dari rumah. Peran seorang ibu sangat penting dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak baik sekaligus kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari rumah, nilai persatuan dan cinta tanah air itu tumbuh,” ujar Ust. Zuhri.
Ia juga menekankan bahwa nilai kebangsaan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Justru, nilai seperti persaudaraan, toleransi, dan keadilan merupakan bagian dari ajaran agama yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Zuhri mengajak para ibu untuk terus menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat. Ia menilai peran perempuan sangat besar dalam menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah kehidupan sosial.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menyikapi informasi di era digital. Menurutnya, ibu-ibu harus menjadi filter pertama dalam keluarga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan dialog antara peserta dan narasumber. Ibu-ibu BKMT terlihat aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ust. Zuhri mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Ibu-Ibu BKMT Bangka Barat. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan di tingkat masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, ia menegaskan bahwa Indonesia yang kuat lahir dari keluarga yang rukun, ibu-ibu yang bijak, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai Empat Pilar Kebangsaan.
Penulis (Mr. S)














