Prinsip Dasar Mendaki Gunung Agar Alam Tetap Terlindungi dan Perjalanan Tetap Bermakna

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Oleh: Aditya Rama Fadhillah prodi Agribisnis Universitas Bangka Belitung

 

GUNUNG mengajarkan kita tentang kesabaran yang diperlukan dalam menghadapi masa sulit dalam hidup. Pendakian gunung kini semakin populer, tetapi popularitas itu tidak selalu diiringi dengan kesadaran. Banyak pendaki datang untuk sekadar mengejar puncak atau mencari foto, bukan untuk memahami alam. Padahal, gunung menyimpan pelajaran penting tentang tanggung jawab, kesabaran, dan etika.

Dalam dunia pendakian, dikenal tiga prinsip yang menjadi pegangan bagi para pecinta alam sejati. Tiga prinsip ini sederhana, tetapi memiliki makna yang mendalam bagi siapa pun yang mau merenungkannya:

1. Jangan tinggalkan apa pun selain jejak

Prinsip ini mengajarkan tentang tanggung jawab. Pendaki sejati tidak meninggalkan sampah, coretan, atau kerusakan di jalur yang ia lalui. Jejak yang pantas ditinggalkan hanyalah langkah kebaikan dan kesadaran bahwa alam bukan tempat untuk dikotori, melainkan dijaga bersama.

Baca Juga :  DPRD Babel Sahkan Dua Perda, Perkuat Pendapatan Daerah dan Tata Kelola Pemerintahan

2. Jangan ambil apa pun selain foto.

Keindahan gunung tidak perlu dimiliki, cukup dihargai. Memetik bunga edelweis atau membawa pulang batu unik berarti menggangu keseimbangan alam. Biarlah kamera dan memori menyimpan keindahan, sementara alam tetap utuh dan lestari. Menghargai alam berarti menikmati tanpa merusak.

3. Jangan bunuh apa pun selain waktu.

Sikap ini menegaskan penghormatan terhadap semua bentuk kehidupan.Pepohonan, burung, dan bahkan serangga kecil adalah bagian dari kehidupan gunung yang harus dihormati. Pendaki sejati tidak membakar sembarangan, tidak membuat jalur rusak, dan tidak meninggalkan bekas luka pada alam. Satu-satunya hal yang “dibunuh” adalah waktu yang digunakan untuk belajar, merenung, dan menemukan kedamaian diri.

Baca Juga :  Setiap Warga Babel Berhak Atas Kekayaan Hidup Senilai 6 Miliar Rupiah

Sayangnya, di era media sosial, banyak pendaki yang lebih sibuk berburu konten daripada memahami makna tiga sikap ini. Banyak pendaki datang untuk mencarieksistensi, bukan untuk memahami makna perjalanan. Padahal, pendakian sejati bukan diukur dari seberapa tinggi kita sampai, tapi seberapa dalam kita belajar menghargai.

Mendaki gunung seharusnya membuat kita lebih bijak dan rendah hati. Dengan mempraktikkan tiga prinsip sederhana ini, setiap pendakian akan menjadi perjalanan yang bermakna, bukan sekadar pencapaian fisik. Karena sejatinya, menjaga alam berarti menjaga diri sendiri.

Follow WhatsApp Channel tuahnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Babel Run 2026 Menggelegar, 3.000 Peserta Ramaikan HUT ke-81 TNI
Setiap Warga Babel Berhak Atas Kekayaan Hidup Senilai 6 Miliar Rupiah
DPRD Babel Sahkan Dua Perda, Perkuat Pendapatan Daerah dan Tata Kelola Pemerintahan
Polwan Polda Babel Dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum Dan Air Bersih Ke Warga
Ketua PWI Bangka Tengah Sambangi KBO Babel, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Insan Pers
Aduan ALMASTER Diterima DPRD Babel, Eddy Iskandar: Akan Kami Tindaklanjuti
Ditengah Dinamika Pertambangan, MUI Babel Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
DBH Royalti Timah Belum Cair, Edi Nasapta Desak Tiga Wakil Babel di DPR RI Bergerak

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 18:18 WIB

TNI Babel Run 2026 Menggelegar, 3.000 Peserta Ramaikan HUT ke-81 TNI

Jumat, 18 September 2026 - 07:42 WIB

Setiap Warga Babel Berhak Atas Kekayaan Hidup Senilai 6 Miliar Rupiah

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

DPRD Babel Sahkan Dua Perda, Perkuat Pendapatan Daerah dan Tata Kelola Pemerintahan

Jumat, 11 September 2026 - 07:26 WIB

Polwan Polda Babel Dan Jajaran Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Minum Dan Air Bersih Ke Warga

Kamis, 10 September 2026 - 20:52 WIB

Ketua PWI Bangka Tengah Sambangi KBO Babel, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Insan Pers

Berita Terbaru

Pangkalpinang

Silaturahmi PJS Babel ke KSOP Pangkalbalam Bahas Alur Pelayaran

Senin, 21 Sep 2026 - 15:51 WIB