TIMIKA | TuahNews.com – DI tengah derasnya hujan yang turun membasahi atap-atap seng dan daun rumbia Kampung Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh, Minggu (24/8/2025), sebuah rombongan kecil bergerak dari rumah ke rumah. Mereka bukan pedagang atau pejabat, melainkan petugas kesehatan Puskesmas yang ditemani seorang prajurit TNI, Pratu Rinto, Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao.
Kehadiran mereka membawa harapan sederhana: tubuh yang sehat, napas lega, dan masyarakat yang lebih kuat.
Kegiatan pelayanan kesehatan keliling ini menjadi jawaban atas keterbatasan akses warga kampung terpencil yang hanya bisa ditempuh berjam-jam menggunakan perahu.
Dari pagi hingga sore, tim menyampaikan penyuluhan mengenai bahaya tuberkulosis, pola hidup bersih, kewaspadaan malaria, hingga dampak perubahan cuaca ekstrem yang kerap menurunkan daya tahan tubuh. Sambil berbicara, mereka juga membagikan vitamin, makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan malaria, pengukuran berat badan, dan tinggi badan.
“Curah hujan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Ini membuat tubuh rentan sakit. Karena itu, mari kita biasakan hidup sehat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, konsumsi makanan bergizi, sampai istirahat cukup,” kata Pratu Rinto kepada warga dengan nada tegas namun ramah.
Suasana di balai kampung sore itu hangat. Anak-anak berbaris menunggu giliran ditimbang, sementara para ibu menerima paket vitamin dengan wajah lega. Tawa kecil sesekali pecah, menyingkirkan kesan formal dari kegiatan kesehatan yang biasanya berlangsung kaku. Warga pun mengapresiasi kehadiran Babinsa yang tak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendampingi pelayanan kesehatan.
“Kalau ada Babinsa dan petugas datang ke kampung, kami merasa diperhatikan. Anak-anak bisa dapat obat, kami dapat penjelasan soal penyakit, jadi lebih tenang,” ujar Yohana, salah seorang warga Potowayburu, sembari menggendong balitanya.
Inisiatif pelayanan kesehatan keliling ini menunjukkan betapa kesehatan tidak hanya urusan rumah sakit besar di kota, tetapi juga hak warga di pelosok. Meski jarak dan medan berat kerap menjadi tantangan, semangat kolaborasi antara petugas Puskesmas dan TNI membuka ruang baru: kesehatan sebagai bagian dari rasa aman.
Bagi masyarakat Mimika Barat Jauh, langkah kecil ini berarti besar. Di tengah hujan yang tak kunjung reda, pelayanan keliling hadir seperti cahaya yang menyalakan optimisme. Bahwa di balik jarak jauh dan akses sulit, ada kepedulian nyata yang terus hidup.
Sumber Pen Koramil 1710-01/Kokonao















Komentar