PANGKALPINANG | Tuahnews.com — PEMERINTAH Kota Pangkalpinang menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan kriteria paket kegiatan strategis Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang itu dipimpin langsung Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Rabu (4/3/2026).
FGD tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas arah program prioritas sekaligus mengevaluasi capaian realisasi fisik dan keuangan.
Dessy Ayutrisna menegaskan bahwa kegiatan strategis merupakan bagian penting dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, anggaran tidak hanya dipandang sebagai angka, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
“Setiap anggaran harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pelayanan maupun hasil pembangunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penentuan kegiatan strategis mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah kota, dengan fokus pada pengawalan pembangunan serta aspek pendampingan hukum agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, program yang diusulkan harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti kesesuaian dengan dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dalam forum tersebut, tercatat enam OPD mengajukan paket kegiatan untuk masuk dalam kategori strategis pada tahun 2026.
Beberapa di antaranya berasal dari sektor pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan, dengan nilai anggaran yang cukup signifikan. Program yang diajukan antara lain pembangunan fasilitas pendidikan serta infrastruktur pendukung seperti embung yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dessy berharap melalui forum ini dapat terbangun koordinasi yang lebih solid antar-OPD sehingga pelaksanaan program pembangunan ke depan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan anggaran agar setiap program yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan baik.
“Sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya@Zen Adebi.














