PANGKALPINANG | TuahNews.com — MALAM debat publik kedua Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025, Selasa (19/8/2025), seketika berubah menjadi panggung sensasi politik. Sorot kamera dan tatapan publik beralih bukan hanya pada pasangan calon, melainkan pada sosok tak terduga: Ayu Azhari, artis senior tanah air, yang muncul elegan di tengah hiruk-pikuk arena debat di Hotel Aston Emidary Bangka Conference Center.
Kehadiran Ayu, 55 tahun, menjadi kejutan besar yang langsung menyulut antusiasme massa pendukung pasangan independen Eka Mulya Putra – Radmida Dawam dengan tagline MERDEKA. Tepuk tangan dan sorak sorai relawan pecah ketika Ayu berdiri memberikan dukungan moral.
“Saya hadir untuk para ibu-ibu relawan MERDEKA yang berjuang tulus meski dengan segala keterbatasan. Semoga kehadiran saya memberi semangat agar kita bersama-sama memenangkan ibu Radmida dan bapak Eka,” ujar Ayu penuh penekanan.
Atmosfer ruangan mendadak menghangat. Relawan yang sejak awal menjaga ritme dukungan kini tampil membara. Mereka mengibarkan atribut MERDEKA, memadukan seruan politik dengan teriakan gembira layaknya konser, bukan sekadar forum debat formal. Aura selebritas Ayu berhasil mencuri panggung yang biasanya kaku dan sarat retorika.
Tak berhenti di sana, Ayu menyerukan pesan keras kepada warga Pangkalpinang: gunakan momentum 27 Agustus 2025 untuk membuktikan suara rakyat bebas dari tekanan. “Saatnya kita merdeka dan menang. Rakyat harus jadi bagian sejarah kemenangan ini,” tegasnya lantang.
Langkah Ayu turun ke arena politik lokal tak lepas dari akar keturunan Bangka Belitung yang ia miliki. Hal itu menambah resonansi emosional bagi simpatisan yang merasa perjuangan mereka kini mendapat “darah baru” dari figur nasional.
Pasangan MERDEKA, yang selama ini bertahan dengan kerja keras relawan tanpa dukungan partai besar, menganggap kehadiran Ayu sebagai vitamin politik. Sumber internal menyebut, Ayu bahkan siap ikut dalam blusukan ke masyarakat.
Malam debat itu pun tercatat bukan sekadar adu visi-misi, melainkan titik balik: ketika politik lokal Pangkalpinang diguncang oleh kilau bintang nasional. Semua kini kembali ke rakyat—apakah energi itu cukup untuk melahirkan sejarah baru.(Red)















Komentar